Polewali Mandar, 31 Agustus 2024 — Dalam upaya menanggulangi masalah stunting melalui pendekatan inovatif dan berbasis potensi lokal, Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri (KOPMaMA) bekerja sama dengan organisasi pembangunan internasional Rikolto, menyelenggarakan Workshop Kreatif Pengembangan Produk Kakao dan Olahannya. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.
Acara yang berlangsung sehari penuh ini diikuti oleh kelompok petani milenial, pelaku UMKM, serta komunitas lokal yang tertarik pada inovasi pangan sehat dan berkelanjutan. Turut hadir membuka kegiatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Polewali Mandar, Andi Afandi Rahman, ST., M.Si, yang memberikan sambutan hangat sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi sektor pertanian dan kesehatan dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah KOPMaMA dan Rikolto yang telah menghadirkan pelatihan ini. Pengembangan produk lokal seperti kakao sangat strategis, bukan hanya untuk ketahanan pangan tetapi juga sebagai solusi kreatif dalam mengatasi gizi buruk di masyarakat,” ujar Andi Afandi dalam sambutannya.
Workshop ini membekali peserta dengan keterampilan mengolah biji kakao menjadi produk bernilai tambah dan ramah anak, seperti:
Es krim kakao dengan kandungan nutrisi tinggi dan rasa yang disukai anak-anak;
Minuman coklat sehat sebagai alternatif minuman susu komersial;
Susu kambing pasteurisasi, yang diproses dengan teknik sederhana namun tetap mempertahankan kandungan gizinya.
Pelatihan disampaikan oleh tim teknis dari KOPMaMA yang telah berpengalaman dalam pengembangan hilirisasi produk kakao. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung melakukan praktik olahan di dapur produksi yang telah disiapkan.
Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi interaktif tentang pentingnya diversifikasi pangan lokal yang kaya nutrisi dan mudah diterima oleh masyarakat, terutama anak-anak. Kakao lokal, yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah, kini diarahkan menjadi produk siap konsumsi dengan nilai ekonomi dan gizi yang tinggi.
Menurut Direktur KOPMaMA, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang koperasi untuk membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang berdampak langsung pada perbaikan gizi masyarakat.
“Kita tidak hanya bicara tentang pertanian, tapi tentang masa depan anak-anak kita. Kakao bisa jadi jalan keluar dari stunting, jika kita olah dan distribusikan secara tepat,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi, workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung program penurunan stunting yang tengah digalakkan pemerintah, sembari membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan wirausaha muda di Polewali Mandar.
